
Gelegar bergegar menggeletar
Pasak bumi menggeligih berselisih
Langit kusam
Lantai menderam
Teluk Bayur menggumam sendu
Gadisku
Siti Nurbaya berjurai tangis
Pantai Padang
Tak putih lagi pasirnya
Anak-anak tak berlari lagi
Menghitung senyum mentari
Yang menggamit di garis horizon
Limau Manih tersendu
Berduka usai rinai bertelingkah
Saluang berbunyi sayup
Menangkap hawa
Di jalan-jalan sepi ini
Mereka tak bisa berlarian lagi
Langkah-langkah kian kecil
Kesandung puing bercerangahan
Yang menyapa jadi bebayang
Hancur luluh hatiku
Indera terkocak
Kutanya pada semilir angin,
Apa bisa aku berlari lagi di Jalan Soedirman
Solat di Mesjid Raya
Menikmati enaknya sate udang
Berkongsi kerepek berlado
Yang kami beli di Pondok Cina
Mensyukuri nasi ampera di warung Uda Mon
Menghadap alam yang terkembang jadi guru

Di sini,
Ingin sekali ku ulangi
Kucicipi kenangan itu
Di ranah ini
Walau,
Kotaku kini menangis.
Kuantan 2009.
(saat Padang dihempas gempa 7.6 Richter, sobatku mudah-mudahan kalian dilindungi Allah SWT : Ibu Yett, Pak Yusoff, Zuriati, Zulmasri, A’an, Ella, Gunelti, Ika, Yudhi, Syukri, Maya, Gibson, A’al, Chi-El, dan semuanya)
No comments:
Post a Comment